Ekspedisi Mapala MDP

Ekspedisi Mapala MDP

  1. Pengertian Ekspedisi

Pengertian ekspedisi menurut bahasa yaitu pengiriman surat, perusahaan pengangkutan barang, perjalanan penyelidikan ilmiah ke suatu daerah yang kurang dikenal, pengiriman tentara untuk memerangi (menyerang, menaklukkan) musuh di suatu daerah yang jauh letaknya.

Sedangkan pengertian ekspedisi secara defenisi ada banyak pendapat. Diantaranya “ekspedisi adalah petualangan yang dilakukan pada daerah baru (bagi pelaksana). Ada juga yang mengatakan ekspedisi ialah “perjalanan jauh dan panjang ke suatu daerah yang belum pernah didatangi orang.”

Belum adanya standarisasi ekispedisi, sehingga menciptakan polemic yang berkepanjangan tentang makna, tujuan dan definisi ekspedisi. Tentang tempat, lamanya waktu kegiatan, berikut muatan yang akan dibawa dalam suatu ekspedisipun masih menjadi perdebatan, setidaknya Gladian Nasional Pecinta Alam XII di Jawa Timur belum mampu membuat suatu standar berikut mendefinisikan apa itu ekspedisi. Polemic inilah yang membuat masing masing organisasi pencinta alam berhak untuk mendefinisikan ekspedisi itu sendiri sesuai dengan kemampuan organisasi masing masing. Sehingga parameter maupun tolak ukur pun ditentukan melalui kesepakatan organisasi. Sehingg terdapatnya bergam pendapat tentang ekspedisi diantaranya ada yang mengatakan “ekspedisi adalah petualangan yang dilakukan pada daerah baru bagi pelaksana.

Berdasarkan statement diatas masih memakai paradigma bahwa ekspedisi itu harus jauh dan mencari sesuatu hal yang baru.

Dari berbagai pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa ekspedisi ialah suatu perjalanan jauh dan panjang sehingga memakan waktu cukup lama yang dilakukan seorang atau sekelompok orang untuk tujuan petualangan ataupun ilmiah.

2. Pengertian Manajemen

Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan alam bebas apapun bentuknya merupakan kegiatan petualangan yang menantang dan penuh resiko. Para penggiatnya dituntut untuk harus dapat menguasai medan yang akan ditempuh melalui penguasaan skill, mental dan fisik yang mantap serta kerja sama tim yang kuat. Karena kegiatan ini melibatkan orang lain yang tergabung dalam sebuah tim.

Begitu kompleksnya kegiatan ini maka sangat diperlukan pengelolaan yang baik sebelum penggiat menjalankannya. Pengelolaan ini tidak hanya dilakukan saat di lapangan saja yang terfokus pada pendaki, tetapi juga jauh sebelum kegiatan di lapangan dimulai. Persiapan dimulai dari pencarian data, penggalian dana sampai pada persiapan sebelum keberangkatan.

2.1 Kamus Lengkap Bahasa Indonesia

Manajemen itu sendiri berarti suatu proses yang sistematis melalui POAC (planning organizing, actuating, control) untuk mencapai suatu tujuan. Dan orang yang melakukan manajemen itu adalah Manajer, dan seorang manajer harus bisa:

1. Conceptual Skill (kemampuan untuk membuat suatu rancangan)

2. Human Skill ( kemampuan berkomunikasi dengan seksama )

3. Technical Skill (kemampuan menguasai teknik lapangan)

3 Manajemen Ekspedisi

Dari berbagai pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Manajemen Ekspedisi ialah suatu perjalanan yang dilakukan seorang atau sekelompok orang yang pengelolaannya secara sistematis untuk tujuan petualangan ataupun ilmiah.

Ada beberapa rumusan yang biasa diterapkan sebelum merencanakan suatu perjalanan alam bebas yaitu 4w + 1h yang kepanjangannya adalah where, who, why, when dan how. Berikut ini adalah aplikasi dari rumusan tersebut :

1. Where (dimana), untuk melakukan suatu kegiatan alam kita harus mengetahui dimana tempat yang akan sepakati untuk kita gunakan pada kegiatan ekspedisi, diusahakan tempat atau lokasi yang akan kita tuju menarik banyak anggota untuk ikut serta berperan didalamnya, karena dengan suasana baru akan menambah semangat penggiatnya untuk mengikutinya

2. Who (siapa), artinya disini menanyakan tentang sasaran sumber daya manusia yang berkaitan dengan lokasi, muatan dan tujuan dari ekspedisi itu tadi

3. Why (mengapa), ini adalah pertanyaan yang cukup panjang jawabannya bisa bermacam-macam, ini mengangkat tentang alasan adanya ekspedisi

4. When (kapan) ini menyangkut permasalahan waktu, kepastian tanggal, berapa lamanya kegiatan, karena berkaitan erat dengan rencana operasi perjalanannya nanti, diusahakan tidak terlalu banyak makan waktu dan

5. menyesuaikan dengan tujuan, yang jelas target tercapai dengan maksimal

6. Untuk how [bagaimana] merupakan suatu pembahasan yang lebih komprehensif dari jawaban pertanyaan diatas ulasannya adalah sebagai berikut :

a. Bagaimana kondisi lokasi ?
b. Bagaimana cuaca disana ?
c. Bagaimana perizinannya ?
d. Bagaimana mendapatkan air?
e. Bagaimana pengaturan tugas panitia?
f. Bagaimana acara akan berlangsung ?
g. Bagaimana materi yang disampaikan?
h. Dan masih banyak “bagaimana ?” Lagi

Dari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul itulah kita dapat menyusun rencana kegiatan yang didalamnya mencakup rincian :

1. Pemilihan medan, dengan memperhitungkan lokasi basecamp, pembagian waktu dan sebagainya.

2. Pengurusan perizinan

3. Pembagian tugas panitia

4. Persiapan kebutuhan acara

5. Kebutuhan peralatan dan perlengkapan, hal ini untuk memberikan kenyamanan, keamanan dan keselamatan, secara umm peralatan harus ada dalam kegiatan mountenering adalah:
• Perlengkapan jalan, ex: baju lapang, celana lapang, jaket/ switer, bandana, sarung tangan, cariel, sepatu track/ sport, topi lapang, kaos kaki, cover cariel.

• Alat Bantu perjalanan, ex: peta, altimeter, kompas, p3k, jam, parang, tempat air minum.

• Perlengkapan tidur, ex: pakaian tidur, penutup kepala, tenda/dome, sleeping bed, penerang/ lampu badai, matras.

• Peralatan masak, ex: kompor, nesting/ trangia,gas untuk bahan baker/ paraffin/ spirtus, alat makan dan minum.

• perlengkapan pribadi, ex: perlengkapan mandi, perlengkapan jahit, obat-obatan pribadi, alat tulis, kantong plastic.

6. Dan lain sebagainya.

1. Pra pelaksanaan

Pra pelaksanaan adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebelum kegiatan ekspedisi berjalan, yaitu kegiatan kepanitiaan ekspedisi untuk mendukung terlaksananya ekspedisi. Kegiatan ini meliputi pembentukan panitia, pencarian data, penentuan lokasi kegiatan, survey lokasi, pembuatan anggaran biaya, pencarian sponsorship, publikasi sampai pada persiapan pendaki.

2. Pelaksanaan

Saat pelaksanaan adalah hal-hal yang dilakukan pada saat berada di lapangan untuk menjalankan rencana-rencana kegiatan dan pencapaian target ekspedisi.

3. Pasca pelaksanaan

Pasca pelaksanaan adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan setelah semua kegiatan di lapangan selesai, seperti laporan kegiatan, evaluasi dan presentasi.

4. Tekhnik Packing
Packing adalah tekhnik memasukkan barang ke cariel sehingga bentuknya rapi dan bagus yang mana hal tersebut akan membantu dalam suatu perjalanan pendakian sehingga beban yang di bawa pendaki tidak terasa berat dan membuat nyaman si- pendaki.
Teori packing adalah beban yang ringan di letakkan bagian paling bawah, sedangkan yang berat di letakkan diatas agar beban terletak di atas dan bertumpu pada pundak.

Catatan :

1.Tanamkan jiwa kepemimpinan dalam diri anda.
2.Mulailah mempersiapkan segala sesuatu, jauh sebelum melakukan ekspedisi. Baik persiapan fisik, mental dan biaya.
3.Rajinlah menabung untuk melaksanakan kegiatan yang telah diperkirakan.
4.Percaya dan yakinlah bahwa apa yang akan/telah kita lakukan merupakan hasil pemikiran dan wawasan kita sendiri, jadi optimis akan suatu kegiatan dan tawakallah kita, karena kita makhluk yang tahu akan adanya yang Esa.

“Sebuah kapal indah akan selamat jika dilabuhkan di dermaga tanpa harus mengarungi badai dan gelomhang, tapi hanya untuk itukah sebuah kapul dibuat…?”

  1. KONSERVASI LINGKUNGAN HIDUP
  2. JELAJAH GUNUNG HUTAN
  3. ARUNG SUNGAI
  4.  JALUR PENDAKIAN PANJAT TEBING