Gunung Hutan(GH)

Gunung Hutan(GH)

Pada era sekarang, kegiatan mendaki gunung telah menjadi populer di Indonesia. Jumlah pendaki gunung terus meningkat dari waktu ke waktu. Banyak orang-orang yang tertarik untuk mencoba mendaki gunung setelah melihat dokumentasi keindahan tanah air dari ketinggian. Meskipun begitu, kegiatan mendaki gunung tetaplah kegiatan yang berbahaya. Saat kita berada di gunung, kita berhadapan dengan salah satu medan di alam yang tidak mudah diprediksi.

Mountains are not fair or unfair – they are just dangerous.”
–Reinhold Messner, Tyroll seven summitter

Mendaki gunung adalah suatu olahraga keras, penuh petualangan, membutuhkan keterampilan, kecerdasan, kekuatan, dan daya juang yang tinggi. Bahaya dan tantangan yang seakan hendak mengungguli diri kita merupakan daya tarik dari olah raga ini. Pada hakekatnya bahaya dan tantangan tersebut adalah untuk menguji kemampuan diri kita untuk bisa bersekutu  dengan alam yang keras. Keberhasilan suatu pendakian yang sukar berarti keunggulan terhadap perjuangan melawan diri sendiri.

Kita tidak bisa menganggap bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas mendaki gunung menjadi bidang ketrampilan yang mudah dan tidak memiliki dasar pengetahuan teori. Di dalam pendakian suatu gunung banyak hal-hal yang harus kita ketahui (sebagai seorang pencinta alam) seperti aturan-aturan pendakian, perlengkapan pendakian, persiapan pendakian, navigasi, teknik hidup di alam bebas, dan juga manajemen perjalanan/pendakian.